HKM Serasan Sukses Aplikasikan Dana Bergulir Untuk Pengembangan Petani Kopi Lokal

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama kelompok Hutan Kemasyarakatan Serasan (HKM Serasan) bersama-sama membahas terkait fasilitas dana bergulir sebagai bentuk upaya pemberdayaan dan peningkatan perekonomian petani kopi lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret di Desa Air Selimang Kecamatan Seberang Sungai Musi Kabupaten Kepahiang-Bengkulu.

Program dana bergulir untuk petani kopi yang dikelola oleh HKM Serasan melalui Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) merupakan langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. BPDLH berperan sebagai pengelola sumber daya keuangan yang dialokasikan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Terkait dana bergulir ini Pak Yoyon juga menjelaskan tentang latar belakang dan fungsi kedepannya, yakni dana ini disalurkan kepada petani kopi yang aktif terlibat dalam praktik pertanian berkelanjutan dan melestarikan lingkungan hidup. Para petani kopi dapat mengajukan proposal untuk mendapatkan dana sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti untuk pengembangan teknik bertani ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik, atau untuk memperbaiki infrastruktur pertanian yang mendukung pelestarian lingkungan.

Salah satu keunggulan dari program dana bergulir ini adalah bahwa dana yang diberikan kepada petani kopi adalah pinjaman yang harus dikembalikan. Setelah memanfaatkan dana tersebut untuk keperluan yang telah disepakati, seperti pengembangan kebun kopi yang ramah lingkungan, petani kopi diharapkan untuk mengembalikan dana tersebut setelah panen dan penjualan hasil kopi. Dana yang dikembalikan akan digunakan kembali untuk memberikan bantuan kepada petani kopi lainnya, menciptakan siklus positif dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

“Kita kan tetap memberikan upaya sebaik mungkin untuk memberdayakan potensi petani kopi lokal, salah satunya dengan mengaplikasikan dana bergulir dari BPDLH ini untuk menunjang perekonomian petani kopi”, ujar Yoyon.

Selain menyediakan dana, program ini juga menyediakan pendampingan dan pelatihan kepada petani kopi dalam hal teknik pertanian berkelanjutan, manajemen keuangan, dan pemasaran produk. Dengan cara ini, petani kopi tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga peningkatan kapasitas mereka dalam mengelola usaha pertanian dengan cara yang berkelanjutan dan efisien.

Melalui program dana bergulir untuk petani kopi yang dikelola oleh HKM Serasan dari BPDLH, diharapkan tercipta berbagai dampak positif. Selain meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan masyarakat lokal, program ini juga berpotensi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah tersebut serta memberdayakan petani untuk menjadi agen perubahan dalam praktek pertanian yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat lokal.

Yoyon juga menjelaskan, “Dalam pelaksanaan program ini kami bersama rekan-rekan lain juga selalu memberikan dukungan secara penuh dengan pola mentoring dan evaluasi. Rencananya agenda ini akan terus kami lakukan sebagai upaya mendorong dan mengembangkan potensi masyarakat petani kopi agar dikemudian hari potensi tersebut bisa lebih mandiri dalam mengolah hasilnya”.

Terlepas dari informasi yang telah didapat seperti yang diatas, Yoyon juga memberikan saran serta harapan kepada Asosiasi Perhutanan Sosial Seluruh Indonesia (AP2SI) kedepannya, “kami sebenarnya bisa dikatakan lembaga yang lokasinya jauh yaitu di Bengkulu, oleh karena itu kami juga meminta bantuan kepada lembaga lain seperti AP2SI untuk juga membantu kelompok seperti kami yang jauh dijangkau secara langsung, saya pikir hal-hal semacam ini sangat membantu kami.”