KTH Setia Kawan laksanakan Pelatihan Teknik dan Penguatan Kelembagaan, Mantapkan Langkah Pengembangan Agroforestri Kopi

Air Selimang, 11 Januari 2025 – Komitmen KTH Setia Kawan untuk dapat memaksimalkan manfaat Perhutanan Sosial terus diperkuat melalui serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan teknik budidaya kopi dan penguatan kelembagaan kelompok, yang ini merupakan bagian dari program Pengembangan Agroforestri Kopi di Areal KTH Setia Kawan. Program yang dibuat ini untuk mendukung pengurus dan anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Agroforestry Kopi KTH Setia Kawan. Didukung oleh AP2SI Bengkulu, WALHI Bengkulu, dan Nusantara Fund, kegiatan berlangsung dari Januari hingga Juni 2025 ini.

Ketua KTH Setia Kawan, Yoyondri, menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki peran dalam menguatkan pengelolaan perhutanan sosial secara produktif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang tentu tidak mudah kedepannya. “Melalui pelatihan teknik budidaya kopi dan penguatan kelembagaan kelompok, serta memperkuat kapasitas usaha di kawasan perhutanan sosial. kami berharap dapat meningkatkan mutu produk kopi dan keberlanjutan ekonomi dan ekologis, yang dimana pengusahaan kopi selama ini telah menjadi sumber mata pencaharian anggota kelompoak,” ujarnya.

Dalam sambutan yang dibacakan, Gupardi, Ketua AP2SI Bengkulu, memberikan pesan kepada peserta pelatihan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan kerjasama anggota untuk menguatkan pengetahuan serta kelembagaan dalam pengembangan agroforestri. “Kegiatan seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Kita perlu terus memperkuat kelembagaan sebagai fondasi utama keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat,” ujar Gupardi.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Benny Pratama dari BPDLH, Anggi Wijaya dari Koperasi Anggi Air Lanang, dan Maulana Insanul Kamil dari Universitas Bengkulu. Mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis terkait teknik budidaya kopi, pengelolaan agroforestri, hingga strategi penguatan kelembagaan kelompok.