Minggu, 20 November 2025. Kitabisa.org menyerahkan bantuan berupa dana bergulir kepada sepuluh orang petani hutan anggota Kelompok Perhutanan Sosial Mulya Tani 1 Desa Ibun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawabarat. Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri juga oleh Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial (BPN AP2SI), Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Jawabarat (BPP AP2SI JABAR), pendamping PETA, serta pengurus dan anggota Kelompok Perhutanan Sosial Mulya Tani 1.
Bantuan dana bergulir ini disampaikan oleh Iqbal sebagai pihak dari kitabisa.org dengan harapan dapat membantu para petani kopi dalam meningkatkan pengembangan produksi kopi serta membantu menjaga ekologis di kawasan Perhutanan Sosial pada skema Kawasan Hutan Dalam Pengelolaan Khusus (KHDPK). Ketua Umum BPN AP2SI, Pak Roni pun menyampaikan terimakasih kepada pihak kitabisa.org yang telah beberapa kali mensupport kerja-kerja organisasi dalam hal pendampingan dan pengembangan ekonomi kepada lembaga anggota AP2SI khususnya KPS Mulya Tani 1 yang telah menerima bantuan dana bergulir.
Selain rangkaian kegiatan penyerahan dana bergulir oleh pihak kitabisa.org kepada sepuluh orang petani kopi anggota KPS Mulya Tani 1, ada pula penanaman pohon di wilayah Perhutanan Sosial pada Skema KHDPK dalam rangka memperingati hari jadi AP2SI yang ke-6 tahun. Penanaman pohon dilakukan oleh seluruh peserta yang hadir pada acara penyerahan bantuan dana bergulir di Kawasan hutan yang dianggap sebagai lahan kritis dan perlu tutupan hijau sebagai upaya penghijauan serta menjaga wilayah tangkapan air.
Ketua Umum BPN AP2SI, Pak Roni menyampaikan mengenai perjalanan Perhutanan Sosial sejak awal,dan kondisi hutan sebelum adanya program Perhutanan Sosial, harapannya dari kegiatan ini Adalah peningkatan kesadaran tentang pengelolan hutan yang lebih Adil dan Lestari, sehingga memberikan dampak yang positif seperti menjaga wilayah resapan air, serta peningkatan pendapatan para petani hutan agar bisa mencapai sejahtera beriringan dengan meningkatnya tutupan hijau diwilayah kawasan hutan.
Perjalanan kerja-kerja organisasi AP2SI dalam pendampingan Kelompok Perhutanan Sosial selalu mengedepankan nilai-nilai keadilan ekologis dengan pendekatan partisipasi aktif dari masyarakat dikawasan hutan. Selain itu AP2SI Pula yang sering mendorong kebijakan untuk perlindungan para petani hutan dalam memenuhi hajat hidupnya dengan mengelola kawasan hutan.
Awal mula Gunung pasirjawa ini ditumbuhi ilalang dan kaso, sejak turunnya Program terkait perhutanan sosial pada tahun 2017 hingga saat ini para petani hutan mulai mengelola kawasan dengan menanam kopi di kawasan hutan. pak amin perwakilan dari petani KPS Mulyatani menyampaikan perbedaan program PHBM dengan Perhutanan Sosial saat ini, dimana dengan adanya PHBM para petani harus melakukan perjanjian kerja sama dengan pemangku kawasan hutan (Perhutani) setiap kali ingin mengelola kawasan hutan, namun dengan adanya program perhutanan sosial ini para petani hutan bisa mandiri mulai dari rencana pengelolaan hingga pembayaran PNBP kepada negara. Selain itu dalam kacamata pertumbuhan ekonomi untuk para petani hutan sudah mulai meningkat dan bisa mencukupi hidup keluarganya. Keuntungan yang didapat oleh masyarakat sekitar hutan bukan hanya dari sisi peningkatan ekonomi tetapi ada pula keuntungan perubahan ekologis kearah yang lebih baik, bukti nyata dari kegiatan pengelolaan secara partisipatif melalui program perhutanan sosial ini adalah tidak terjadi lagi kebakaran dikawasan hutan, karena sebelum masyarakat berpartisipasi dalam pengelolaan, sering terjadi kebakaran dikawasan hutan.
Sebagai penutup dalam acara ini seluruh peserta berdo’a dan makan siang bersama dalam rangka syukuran ulang tahun BPN AP2Si yang ke-6 tahun. Dengan adanya bantuan pinjaman dari kitabisa.org bisa membantu para petani hutan yang tidak memiliki akses modal untuk mengelola dikawasan hutan.