Bandung, 29 Desember 2025. Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun Ke-4 Di Aula Paguron Desa Mekarjaya Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Acara ini dihadiri oleh Seluruh Kelompok Perhutanan Sosial yang didampingi oleh BPP AP2SI Jabar, Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (BPN AP2SI), Dinas Kehutunan Provinsi Jawa Barat (Dishut Jabar), Balai Perhutanan Sosial Jawa Barat Banten (BPS Jabar Banten), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah 2 (BBKSDA), dan Pemuda Tani.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Aliansi Petani Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Jawa Barat, AP2SI Jabar menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menegaskan arah gerakan petani hutan di tengah krisis ekologis dan sosial yang kian nyata.
Kegiatan memperingati HUT BPP AP2SI kali ini mengusung tema “Petani Hutan Sadar Bencana Ekologis dan Perubahan Iklim” dengan rangkaian yang cukup menarik, Acara dibuka dengan Workshop “Petani Hutan Dalam Ancaman Bencana Ekologis dan Tangguh Iklim” yang di pandu langsung oleh Dadang Sudarja (Wa Dadang), workshop yang mempertemukan para petani perhutanan sosial, pegiat lingkungan, dan pendamping komunitas. Workshop ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus konsolidasi gagasan mengenai penguatan pengelolaan perhutanan sosial yang berkeadilan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap ancaman bencana ekologis serta perubahan iklim.
Sebagai wujud solidaritas lintas wilayah, AP2SI Jabar juga melakukan penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera. Bantuan ini menjadi simbol bahwa perjuangan petani hutan tidak berhenti pada urusan lahan dan kebijakan semata, tetapi juga berpihak pada nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai penanda usia dan perjalanan organisasi. Momentum ini dimaknai bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi atas kerja-kerja kolektif petani perhutanan sosial yang selama ini bertahan di tengah tekanan struktural, konflik tenurial, dan ketidakpastian kebijakan.
Para Petani Hutan yang menjadi Peserta dirangkaian acara pun ikut dalam deklarasi petani hutan sadar bencana ekologis dan perubahan iklim, dimana para petani sepakat bahwa bencana yang terjadi di Indonesia saat ini ialah akibat dari kegagalan pengelolaan tata ruang serta tata kawasan hutan, selain itu para petani hutan berkomitmen menolak pengelolaan hutan secara ekstraktif, eksploitatif serta mengorbankan keselamatan Ekologis.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pemulihan lingkungan, AP2SI Jabar melaksanakan aksi penanaman pohon. Kegiatan ini menegaskan posisi petani perhutanan sosial sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan, memperbaiki ekosistem, dan mengurangi risiko bencana ekologis yang kian sering terjadi.
Puncak peringatan HUT diisi dengan sesi refleksi dan diskusi terbuka mengenai capaian AP2SI Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Dalam forum ini, dibahas berbagai capaian organisasi, mulai dari penguatan basis petani, advokasi kebijakan perhutanan sosial, hingga peran AP2SI Jabar dalam isu keadilan ekologis di tingkat regional. Diskusi ini juga menjadi ruang evaluasi kritis sekaligus penajaman arah gerakan AP2SI Jabar ke depan.
Melalui peringatan HUT ini, AP2SI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama petani hutan, memperjuangkan keadilan pengelolaan hutan, serta mengambil peran aktif dalam merespons krisis ekologis dan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia.