
Sapala, 18 Desember 2024 – Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia Kalimantan Selatan (AP2SI Kalsel) mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat tata kelola hutan berbasis masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Rakerda ini merupakan pelaksanaan mandat organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dengan tujuan utama untuk merefleksikan kinerja, mengevaluasi peran organisasi, serta menyusun Rencana Kerja Daerah 2024–2027. AP2SI Kalsel, yang telah berdiri dan diklarasikan pada 27 november 2022, terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi pencapaian dan tantangan yang dihadapi selama dua tahun terakhir, serta merumuskan strategi ke depan. Dalam Rakerda, sejumlah agenda utama dibahas, termasuk refleksi dan evaluasi kinerja, perencanaan strategis, penguatan kelembagaan, dan advokasi kebijakan yang mendukung pengembangan perhutanan sosial di tingkat daerah maupun nasional. Dengan melibatkan pengurus dan lembaga anggota yang terdiri dari Badan Pengurus Provinsi AP2SI Kalimantan Selatan, Dewan Pengawas Provinsi AP2SI Kalimantan Selatan, LPHD Sapala, LPHD Bararawa, LPHD Nateh, LPHD Haratai Dan Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Selatan, AP2SI Kalsel menargetkan penguatan kolaborasi dan pengelolaan sumber daya yang lebih efektif untuk memastikan keberlanjutan program kerja.
Melalui Rakerda ini, AP2SI Kalsel menegaskan perannya sebagai wadah yang memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam tata kelola hutan yang inklusif dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi peta jalan yang relevan untuk meningkatkan kapasitas organisasi, memperkuat advokasi kebijakan, dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya hutan di Kalimantan Selatan.