AP2SI Kalimantan Barat Audiensi dengan Dirjen Perhutanan Sosial KEMENHUT RI

Jakarta, 8 Januari 2025 – Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Kalimantan Barat, yang diwakili oleh Bapak Angger dan Bapak Mukhlas, bersama Badan Pengawas Nasional AP2SI, Bapak Rusdiyanto, serta Badan Pengurus Nasional AP2SI, Bapak Roni Usman K, melakukan audiensi dengan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Kehutanan (KEMENHUT), Bapak Dr. Ir. Mahfudz, MP. Pertemuan yang berlangsung lantai 11 Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, bertujuan memperkuat sinergi dalam pengelolaan perhutanan sosial di Kalimantan Barat.

Ketua AP2SI Kalimantan Barat, Bapak Angger, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan Langkah awal untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam rangka mendukung percepatan implementasi pengelolaan perhutanan sosial.

“AP2SI Kalimantan Barat yang baru terbentuk pada 30 Oktober 2024, terdiri dari 16 Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dan dua lembaga pendamping, yaitu SAMPAN dan Pondasi Rumah Hijau. Kami berkomitmen untuk mempercepat tata kelola perhutanan sosial sekaligus mengatasi tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat,” jelas Angger, yang juga Ketua LPHD Sungai Bemban.

Dirjen Perhutanan Sosial, Bapak Dr.Ir.Mahfudz,MP, memberikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen AP2SI Kalimantan Barat. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seperti AP2SI untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kolaborasi yang erat adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan lingkungan serta keseimbangan sosial dan ekonomi. Penguatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan usaha berbasis hutan menjadi langkah penting yang harus dilakukan AP2SI Kalimantan Barat,” ujar Dirjen PSKL.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara AP2SI Kalimantan Barat dan pemerintah pusat dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. AP2SI Kalimantan Barat optimis bahwa sinergi ini akan memberikan dampak positif, baik dalam melestarikan ekosistem hutan maupun memberdayakan masyarakat lokal di wilayah tersebut.