Peningkatan Kapasitas Petani Kopi melalui Asuransi Parametriks dan Budidaya Berkelanjutan

Sukarame–Cikawao, 7–9 Januari 2026

Upaya memperkuat ketahanan ekonomi petani kopi berbasis perhutanan sosial terus dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Petani Kopi yang dilaksanakan selama tiga hari, pada 7–9 Januari 2026, bertempat di Aula Desa Sukarame, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini diawali pada 7 Januari 2026 dengan Opening Ceremony yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Pembiayaan Pertanian, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V, Kepala Desa Cikawao, Kepala Desa Sukarame, Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (BPN AP2SI), Zurich Syariah, serta KitaBisa.org.

Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 10 orang Ketua dan Anggota KPS Mulyatani IV Desa Cikawao serta 10 orang Ketua dan Anggota KTH Mulyatani VII Desa Sukarame. Para peserta merupakan perwakilan penerima Program Asuransi Parametriks, hasil kolaborasi antara Zurich Syariah dan KitaBisa.org, yang ditujukan untuk memperkuat perlindungan petani terhadap risiko iklim dan gagal panen.

Pada 8 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Asuransi Parametriks dan Manajemen Usaha Tani. Materi Asuransi Parametriks disampaikan langsung oleh Zurich Syariah, sementara pelatihan Manajemen Usaha Tani difasilitasi oleh KitaBisa.org. Sesi ini difokuskan pada peningkatan pemahaman petani terhadap skema perlindungan risiko berbasis indeks iklim serta pengelolaan usaha tani yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Memasuki hari ketiga, 9 Januari 2026, peserta mendapatkan pelatihan teknis budidaya kopi, mulai dari penyemaian bibit hingga praktik pruning pra-panen, yang disampaikan oleh Ade Sayuman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi proses pasca-panen kopi hingga pengemasan (packaging) oleh Wahid, guna meningkatkan kualitas hasil panen serta nilai tambah produk kopi petani.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPP AP2SI Jawa Barat sebagai penyelenggara teknis di lapangan. Program ini dirancang sebagai program jangka panjang, tidak berhenti pada pelatihan awal. Ke depan, para peserta yang telah mengikuti Training of Trainers (ToT) ini akan menjadi fasilitator untuk pelatihan lanjutan bagi 180 penerima Program Asuransi Parametriks di wilayah Cikawao dan Sukarame.

Selain itu, program ini juga mencakup rencana pembangunan rumah bibit (nursery) di masing-masing kelompok tani, sebagai langkah strategis untuk menjamin ketersediaan bibit kopi berkualitas dan mendukung keberlanjutan usaha tani kopi berbasis perhutanan sosial.